Selamat datang di situs u-Lima Lima Kosong Blog! *Selamat hari Sabtu, selamat berakhir pekan!* -Rachmat Yuliardi- *Pahlawan itu kamu yang produktif berkarya dan optimis melihat masa depan* -Rachmat Yuliardi- *Menularkan kebiasaan baik itu mudah, yuk ajak keluarga kamu untuk beralih ke pasta gigi Systema Nano!* -Rachmat Yuliardi- *Menggunakan obat kumur membantu menghilangkan bakteri berbahaya dari mulut serta membantu mencegah pembentukan plak* -- *Rachmat Yuliardi: Latihan Fisik Penting Untuk Menjaga Konsentrasi*

Total Pengunjung

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Desember 2014

BI Rate Ditahan 7,75%

//images.detik.com/content/2014/12/11/5/bikantor.jpg
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 7,75%. Suku bunga dalam besaran tersebut masih konsisten untuk mengendalikan inflasi di kisaran 3-5% pada 2015.

Sabtu, 06 April 2013

Siswa Hamil atau Hamili Pacar Jangan Dilarang Ikut UN



Jakarta - M Sudirman dikeluarkan dari SMA Negeri di Tangerang, Banten, karena menikahi pacarnya yang hamil duluan. Namun Mendikbud M Nuh tak setuju atas tindakan SMA Negeri di Tangerang itu. Pendidikan adalah hak dasar untuk semua. Hak untuk mendapatkan pendidikan tak bisa diganggu oleh persoalan status nikah. Bila Anda setuju dengan pendapat Mendikbud M Nuh, pilih Pro!

Aceh Adili 9 Pelaku Mesum dan 102 Pelaku Judi dengan Hukum Islam


U550 Blog - Kekhususan Aceh adalah berlakunya hukum pidana Islam berdasarkan Alquran. Kurun 2012 lalu, Mahkamah Syariah di Aceh menjatuhkan hukuman dalam kasus jinayah (hukum pidana Islam) sebanyak 111 kasus.

Jumat, 05 April 2013

5 Juta Tahun Lagi Pria Bakal Punah?


 Sydney, Tidak ada yang tahu kapan kehidupan di Bumi akan berakhir. Selama Bumi masih jadi tempat tinggal, tentu ada makhluk yang punah dan ada yang tetap bertahan. Nah, manusia laki-laki diprediksi akan punah dalam kurun waktu 5 juta tahun.

Selasa, 02 April 2013

Ini Rupa-rupa Alasan Anggota DPR Bolos Ikut Sidang Paripurna


Jakarta
- Sudah bukan hal yang aneh kalau rapat paripurna DPR kerap sepi dari kehadiran wakil rakyat. Walau akhirnya kuorum, tetap saja dari 560 anggota DPR, rata-rata 150-200-an orang absen. Rupa-rupa alasan ketidakhadiran mereka.

Kamis, 07 Maret 2013

Polres OKU Terbakar, Kapolda Sumsel Duga Ada Anggota Armed yang Nakal


 Palembang - Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel) Irjen Iskandar Hasan menjelaskan, kejadian tersebut berawal dari kedatangan anggota Armed yang melakukan aksi damai.

Rabu, 06 Maret 2013

Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di Tiga Kabupaten


Manggarai - Antrean kendaraan mengular di sejumlah pom bensin di tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Rabu (6/3). Pasalnya, pasokan bensin di tiga wilayah tersebut minim sehingga menimbulkan kelangkaan.

Selasa, 05 Maret 2013

Membongkar Gedung tanpa Bom dan Ledakan

Para pejalan kaki yang melintas di kawasan Akasaka di kota Tokyo mulai menyadari ada yang aneh dengan Grand Akasaka Prince Hotel yang berdiri di tempat itu. Hotel setinggi 40 lantai itu ternyata menyusut jadi separuhnya.

Ini memang sebuah cara membongkar gedung pencakar langit: tanpa bahan peledak seperti yang lazim digunakan saat ini. Pelan tapi pasti, tanpa suara ledakan dan asap membumbung tinggi, hotel ini mulai dilucuti.


“Dengan cara penghancuran seperti ini, gedung ini menyusut dan akhirnya menghilang tanpa disadari,” ujar Hideki Ichihara, manajer di Tasei Corp, perusahaan yang mengerjakan proyek penghancuran ini seperti dikutip AFP.

Grand Akasaka Prince Hotel dibangun pada tahun 1980an dengan tinggi 140 meter. Hotel ini adalah simbol sebuah dekade penuh kegemilangan saat Jepang sedang sangat makmur dan ekonomi mereka adalah motor ekonomi dunia.

Sekarang, masa kejayaan telah berlalu. Tiap 10 hari, hotel ini berkurang 2 lantai atau sekitar 6,4 meter. Tasei Corp punya sebuah metode untuk mengisolasi kebisingan dan debu yang dihasilkan dari sebuah penghancuran. Selain itu, mereka juga mendaur ulang energi yang terpendam dalam sebuah gedung pencakar langit.

Bagaimana mereka mengerjakannya? Para insinyur memperkuat bagian atas gedung dengan balok beton dan kemudian mengurangi tinggi gedung. Beton-beton itu dibiarkan berada di tempatnya dan kemudian dipakai sebagai penutup fleksibel yang bisa diturunkan dengan bertumpu pada penyangga luar.

Saat ini, ada 15 dongkrak hidrolik yang digunakan untuk menopang penutup ini selama proses pembongkaran berjalan selantai demi selantai. Materi yang dihancurkan kemudian dipisahkan dan bila mungkin didaur ulang.

“Dengan adanya penutup ini di atas gedung, kami bisa mengisolasi kebisingan dan debu semaksimal mungkin,” terang Ichihara. “Polusi debu berkurang 90 persen, membuat efeknya untuk lingkungan sangat kecil.”

Pada masa jayanya, Akasaka Puri (lafal Jepang untuk menyebut Akasaka Prince), adalah tempat berkumpulnya kaum kelas atas di Tokyo. Para tamu tak segan membayar ratusan dolar Amerika untuk menginap di suite mewah mereka dan paket malam Natal untuk pasangan juga sangat diminati.

Situasi ini berubah sejak era 1990an ketika terjadi letupan di bursa efek dan pasar properti Jepang. Hotel-hotel mewah tak lagi ramai oleh tamu dan mereka harus berjuang keras untuk mendatangkan konsumen.

Sabtu, 16 Februari 2013

Taman Paling Berbahaya di Dunia




Bayangkan Anda berada dalam sebuah taman luas, yang berisi banyak tanaman beraneka warna yang jarang ditemui. Eits, tapi jangan sembarangan memegang, bisa jadi semua tanaman ini beracun. Hii!
 
Taman Beracun Alnwinck adalah sebuah taman tak biasa yang ada di Inggris. Taman ini menyimpan banyak tanaman unik, namun berbahaya. Ya, hampir seluruh tanaman di taman ini mengeluarkan racun yang berbahaya.
 
Penasaran? Langsung saja datang ke Kastil Alnwick di Northumberland, Inggris. Tapi tunggu dulu, karena kastil ini dimiliki oleh salah seorang bangsawan Inggris, jadi wisatawan tidak bisa berkunjung sembarangan.
 
 
 
Turis yang ingin datang harus membuat perjanjian terlebih dahulu di website resmi Taman Beracun Alnwick. Nantinya, pengunjung diminta memasukkan tanggal kunjungan untuk selanjutnya di proses perizinannya, seperti yang ditulis situs resmi Taman Alnwick.
Seolah ingin menunjukkan betapa mematikannya taman ini, nuansa horor tak hanya menyelimuti bagian dalam taman, tetapi juga situs resminya. Tulisan "Are you ready to enter The Poison Garden?" menyambut setiap tamu yang berkunjung ke website Taman Alnwick. Anda pun diminta mengklik "Yes start my deadly adventure" atau "Ya mulai petualangan mematikan saya".
 
Setelah berhasil mendapat tiket masuk, kini saatnya memulai petualangan mematikan Anda yang sesungguhya. Setiap pengunjung yang datang langsung dihadapkan dengan sebuah gerbang raksasa yang dihias dengan lambang tengkorak, lengkap dengan tulisan "The Poison Garden".
 
 
 
Turis pun langsung disambut oleh pemandu wisata yang ramah. Nantinya, pemandu akan mengajak Anda berkeliling, untuk mengenal taman yang dikenal beracun ini.
Masuk ke dalam taman, ratusan tanaman cantik dengan warna yang beragam langsung menyambut wisatawan yang datang. Tapi ingat, jangan sembarang memegang, perhatikan papan petunjuk yang diletakkan di setiap tanaman. Jangan pernah memegang jika papan menuliskan kata-kata "Tanaman ini bisa membunuh Anda".
Benar sekali, Taman Beracun Alnwick memang menyimpan ratusan tanaman yang beracun, bahkan mematikan. Betapa tidak? Taman ini memiliki koleksi sekitar 100 jenis tanaman narkotika ilegal, seperti bunga poppy.
 
Ngeri? Mungkin itu yang muncul di benak setiap pengunjung. Tapi tidak perlu kuatir, karena untuk tanaman khusus yang dianggap sangat beracun dipagari. Ini untuk menghindari turis keracunan zat berbahaya.
 
Ternyata, Taman Beracun Alnwick tidak hanya memamerkan aneka tanaman berbahaya, tetapi juga memberikan edukasi untuk pengunjungnya. Pemandu yang menemani turis, tidak hanya memberika informasi mengenai taman, tetapi juga cara pencegahan penyalahgunaan narkoba.
 
 
 
Ada satu hal yang harus Anda ketahui sebelum berkunjung ke taman mematikan ini. Jangan pernah menyentuh, mengendus atau bahkan memotong tanaman, karena Anda tidak pernah tahu, seberapa mematikan tanaman di depan Anda.
 
(ardi)

Mimpi Didatangi Pria Berjubah, Tahanan Minta Disunat



DEPOK - Tomi Wijaya (23) tahanan Polsek Beji, Depok melakukan pertobatan dengan cara menjadi mualaf. Bahkan, pria itu menjalani operasi khitan (disunat) disalah satu klinik setempat.

"Saya mengaku salah, dan siap bertobat menjadi manusia baru kembali. Saya jalani ini semua dengan ikhlas dan tanpa ada paksaan sama sekali," ungkap Tomi kepada wartawan di Mapolsek Beji.

Dia mengaku, aksi pertobatan itu berani dilakukan lantaran mendapatkan petunjuk dari sang pencipta melalui mimpi. Di mana, dirinya di datangi dua pria berjubah putih. Kedua pria itu pun memintanya untuk meninggalkan kisah kelam dan kembali kejalan yang benar.

"Saat kedua pria itu datang langsung mengucapkan Assalamualaikum sama saya. Saya sendiri tidak kenal, semua anjuran yang dikatakan itu saya ikuti," kata Tomi.

Karena takut masuk neraka, lanjutnya, ia pun sempat berpikir dua kali. Beberapa kali dirinya menyendiri dan merenungi mimpi itu. Dan hingga akhirnya dia pun berani memutuskan pindah agama.

"Dua kali saya mimpi hal yang sama saat di dalam sel. Saya tidak ingin masuk ke neraka, dan tobat ini sungguh-sungguh dilakukan. Semoga yang saya lakukan ini benar dan tidak menyalahi aturan," imbuhnya.

Kapolsek Beji Kompol Agus Widodo mengatakan, keinginan khitan itu dilakukan Tomi tanpa ada unsur paksaan. Dan murni keinginan tersangka sesaat setelah dirinya menyatakan ingin memeluk Islam. "Ini baru kali pertama terjadi di sel Polsek Beji. Kami berharap tersangka benar-benar taubat dan kembali menjadi warga negara yang baik," ujarnya.

Tomi diringkus tim Reskrim Polsek Beji pada Januari 2013, lalu. Pria itu ditangkap atas kasus pencurian sebuah ponsel di warung internet (Warnet) di Kelurahan Beji. Tomi yang juga penjaga warnet itu pun sempat dikeroyok massa, lantaran kedapatan mencuri ponsel salah satu pengunjung warnet.

Siswa Kelas 5 Ingin Bunuh Temannya dengan Pistol & Pisau

WASHINGTON - Dua orang siswa di Sekolah Dasar Fort Colville, Washington, Amerika Serikat (AS), didakwa karena merencanakan pembunuhan terhadap enam siswa lainnya. Bocah itu hendak menggunakan pisau sepanjang 7 centimeter dan pistol revolver kaliber.45.

Bocah berusia 10 dan 11 tahun itu mengakui perbuatannya, usai mereka tertangkap karena membawa pistol Remington 1911 semi-otomatis, amunisi, dan pisau di dalam tas sekolahnya. Mereka berniat membunuh seorang gadis yang dianggap menyebalkan olehnya, beserta enam orang siswa lainnya.

Untuk menyelamatkan diri, kedua siswa itu berencana membayar para bocah sekolah lainnya dengan uang sebesar USD80 atau sekira Rp773.600 (Rp9.670 per USD1). Sekolah Dasar Colville langsung gempar usai berita itu muncul.

"Ini merupakan rencana, sebuah rencana pembunuhan. Bagi saya, bocah berusia 10 dan 11 tahun sangat nakal bila mereka melempar batu ke jendela dan menembak pisto mainannya ke mobil orang lain, memukul orang dengan kayu, membakar dan membakar seekor kucing," ujar salah seorang pengacara dari Stevens County, Timothy Rasmussen, seperti dikutip Los Angeles Times, Sabtu (16/2/2013).

"Hal itu adalah kenakalan bocah pada umumnya. Namun yang sekarang terjadi adalah rencana untuk membunuh," tegasnya.

Rasmussen berniat sepakat bila kedua bocah itu diadili dan didakwa atas tindakan konspirasi pembunuhan kelas satu dan menghilangkan barang bukti. Kedua bocah itu akan segera diadili pada 20 Februari mendatang.

(ardi)

Selasa, 05 Februari 2013

Polisi Bongkar Bisnis Seks


BIREUEN – Polres Bireuen membongkar jaringan perdagangan manusia (traficking) berskala lokal untuk bisnis seks (prostitusi) dengan korban anak-anak usia SMP dan SMA. Enam tersangka--semuanya warga Bireuen--yang berperan sebagai pencari mangsa, pengantar, pemakai, dan penyedia tempat ditangkap.

Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Benny Cahyadi SH kepada Serambi, Senin (4/2) mengatakan, kasus traficking berskala lokal untuk tujuan prostitusi itu dibongkar tiga hari lalu setelah polisi mengumpulkan berbagai informasi sejak tiga bulan lalu. “Kejahatan tersebut melibatkan satu jaringan yang sangat rapi,” kata Kasat Reskrim Polres Bireuen.

Menurut Iptu Benny, penyelidikan kasus itu berawal dari informasi penjualan anak-anak perempuan usia SMP dan SMA kepada peminat melalui sebuah jaringan yang sangat terkoordinir. Berangkat dari informasi itu, Kapolres Bireuen membentuk tim lapangan dan bekerja sejak tiga bulan lalu. “Akhirnya, bisnis penjualan manusia untuk prostitusi itu berhasil dibongkar,” kata Benny.

Menurut polisi, pelaku traficking mencari anak-anak usia SMP dan SMA dengan berbagai cara yang umumnya diiming-iming dengan berbagai fasilitas menggiurkan.

Agen penyedia memanggil anak-anak yang sudah terperangkap dalam jaringan itu untuk negosiasi harga, termasuk berbagai informasi lainnya. Setelah ada kesepakatan, ada orang yang menjemput dan mengantar kemana saja, sesuai dengan pesanan.

Modus lain, menurut Kasat Reskrim Polres Bireuen, setelah anak-anak dikumpulkan, agen mengirim foto korban kepada peminat. Setelah tercapai kata sepakat, termasuk siapa yang dipilih, pesanan diantar. “Lokasi pertemuan atau tempat mesum di salah satu rumah di kawasan Pulo Kiton, dan di salah satu hotel di Bireuen. Transaksi dan antar mengantar umumnya berlangsung siang hari,” kata Benny.

Korban traficking untuk bisnis prostitusi, menurut polisi setidaknya sudah berjumlah delapan orang dari kalangan ana-anak perempuan usia SMP dan SMA. “Kita akan usut tuntas kasus ini,” demikian Kasat Reskrim Polres Bireuen.(yus)

Kisah Mister Bro dan Janda Pulo Kiton

BISNIS perdagangan manusia (traficking) untuk prostitusi yang terungkap di Bireuen mencengangkan banyak kalangan. Banyak pihak yang sepertinya sulit percaya bisnis itu ada di Kabupaten Bireuen dan semua pelakunya warga setempat.

Menurut penyelidikan polisi, ternyata anak-anak yang masuk dalam perangkap bisnis tersebut dihargai antara Rp 250.000 hingga Rp 300.000 sekali ‘pakai’ (short time). Pemakai anak-anak usia SMP dan SMA itu dikenal dengan panggulan Mister Bro.

Pertemuan awal bisa di mana saja, ada di warung atau café dan bisa juga di salon. Sedangkan lokasi bermesumria, di sebuah rumah di Pulo Kiton dan sebuah hotel di Bireuen.

Bisnis tersebut, menurut Kasat Reskrim Polres Bireuen sudah berlangsung sejak empat bulan lalu. Mereka yang ditangkap sebanyak enam orang sudah mengakui perbuatan tersebut. Di antara tersangka ada yang sebelumnya korban dan kemudian menjadi penghubung.

Hingga Senin (4/2) ada enam tersangka yang sdah diringkus polisi, terdiri lima wanita dan seorang pria berumur 60 tahun, akrab dipanggil Mister Bro selaku pengguna. Keenam tersangka ditangkap secara berturut-turut di lokasi terpisah.

Pihak korban, menurut polisi sudah dimintai keterangan. Ada yang mengaku dipaksa dan ada ada pula yang diiming-iming dengan berbagai fasilitas termasuk kemudahan mendapatkan uang.

Informasi lain menyebutkan, kasus itu juga melibatkan seorang perempuan berstatus janda, warga Pulo Kiton, Kota Juang Bireuen berinisial Asr (30). Asr kepada Serambi, Senin (4/2) mengaku rumah orang tuanya sering dijadikan tempat berbuat mesum. Ia memperoleh imbalan Rp 100.000 sekali pakai tempat. Peminat atau pengguna yang sudah memesan langsung ke rumahnya. Tak lama kemudian muncul wanita yang umumnya anak di bawah umur.

Ars ditangkap beberapa hari lalu di rumahnya. Ketika ditanyakan sejak kapan ia terlibat dalam bisnis itu, Asr mengaku sejak beberapa bulan lalu namun sejak dua bulan terakhir sudah tidak lagi.

Pengakuan juga disampaikan Mister Bro, selaku pengguna dalam bisnis tersebut. Mister Bro membenarkan ia juga pernah ke rumah Asr di Pulo Kiton.(yus)

Warga Minta Pemkab Keruk Krueng Surin

BIREUEN - Warga Simpang Mamplam dan Pandrah, Bireuen meminta Pemkab setempat untuk mengeruk Krueng Surin di Kecamatan Simpang Mamplam. Pasalnya, akibat sudah sempit dan dangkalnya sungai itu, kawasan itu menjadi rawan banjir. Seperti banjir beberapa hari lalu, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia terseret arus.

“Dulu, lebar sungai itu mencapai 20 meter. Tapi, sekarang hanya tinggal empat sampai enam meter. Kalau Krueng Surin belum dikeruk dan diperlebar, banjir di Simpang Mamplam dan Pandrah akan selalu terjadi,” kata H Muhammad Sy, aparat Desa Pulo Dapung, Simpang Mamplam, kemarin. Ia juga berharap Pemkab Bireuen menyediakan sampan untuk warga yang dapat digunakan saat banjir.

Kadis Pengairan, Pertambangan, dan Energi Bireuen, Ismunandar ST MT, kemarin, mengatakan, keinginan warga agar Krueng Surin harus dinormalisasi sudah dibahas pihaknya dengan tim teknis dan akan disampaikan ke bupati untuk diteruskan ke Banda Aceh. “Jadi, kami masyarakat bersabar. Bupati Bireuen sedang melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir yang terjadi setiap tahun,” ujarnya.

Sementara itu, rumah berkontruksi kayu milik Baktiar (60), nelayan Desa Krueng Juli Barat, Kecamatan Kuala, Bireuen, terancam ambruk setelah diterjang ombak, Senin (4/2) dini hari WIB. Hal yang sama juga menimpa balai pertemuan nelayan dan toilet di TPI desa itu. Kondisi itu terjadi akibat abrasi yang makin meluas.

“Sekarang, kami tak bisa lagi menambatkan boat di TPI karena dermaga sudah dihantam ombak. Jadi, kami terpaksa menambatkan perahu atau boat di lahan kebun kelapa kosong yang berjarak sekitar 300 meter dari TPI,” kata M Daud (60), nelayan setempat. Karena itu, nelayan di kawasan itu berharap pemerintah segera membangun tanggul atau jetty penahan ombak di sepanjang pantai itu.(yus/c38)

Usai Melahirkan, Proses Hukum Pernikahan Anak SD Lanjut




BANGLI- Pasca-kelahiran janin yang dikandung J (13), siswi Sekolah Dasar di Kabupaten Bangli, Bali, polisi memastikan proses hukum pernikahan anak di bawah umur itu terus berlanjut.

Suami korban yang ditetapkan tersangka, diancam dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kepastian melanjutkan proses hukum tersebut disampaikan Wakapolres Bangli, Kompol  I Made Rustawan. Meski masih diliputi kesedihan, setelah bayi perempuannya yang meninggal, namun WC tak lepas dari jeratan hukum.

“Proses hukum tetap berlanjut. Keringanan terhadap tersangka sudah dilakukan yakni tidak ditahan,” terang Rustawan, Selasa (5/2/2013).

Sementara kondisi J masih lemah setelah melahirkan secara prematur, sehingga dirawat intensif di RSUD Bangli. Dia melahirkan bayi pada usia kandungan sekira enam bulan. Namun bayi dengan berat 600 gram dan panjang 21 sentimeter itu, meninggal setelah delapan jam persalinan normal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, Dewa Made Siangan, mengatakan, kehamilan pada anak di bawah umur sangat rentan terjadi kematian bayi. Sebab, kesiapan biologis, psikis, dan sosial serta ekonomi, yang bersangkutan belum matang.

“Seluruhnya belum siap, secara biologis masih belum matang,” kata Siangan.

Sekadar diketahui, J siswi kelas VI SD warga Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli, dinikahi bapak dua anak yang masih tetangganya, karena telah hamil enam bulan.

Bisnis Prostitusi Melibatkan ABG di Aceh Dibongkar

BANDA ACEH- Aparat Polres Bireun membongkar sebuah jaringan prostitusi yang melibatkan remaja berusia belasan tahun.

Enam orang tersangka terdiri dari lima perempuan yang diduga sebagai mucikari, penghubung dan penyedia tempat. Mereka berinisial Mas (36), Rau (21), D (18), Ri (18), dan Ar (30). Selain itu, seorang pria berinisial AU (62) sebagai pengguna jasa turut dibawa. Semua tersangka berasal dari Bireun.

"Kami masih melakukan pemeriksaan tentang kegiatan-kegiatan mereka. Sejauh ini baru enam yang kita tetapkan sebagai tersangka, satu di antaranya pengguna," kata Kapolres Bireun AKBP Yuri Karsono saat dihubungi Okezone, Selasa (5/2/2013).

Jaringan ini dibongkar setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat kemudian dilakukan investigasi. Kegiatan prostitusi itu sendiri sudah berlangsung sejak beberapa bulan. Petugas yang menyamar sebagai pelanggan, berhasil menciduk tersangka sejak lima hari lalu di lokasi berbeda-beda.

"Tersangkanya rata-rata perempuan yang tidak punya pekerjaan tetap. Ada yang ibu rumah tangga. Kalau ditanya kenapa, pengakuan mereka ya karena faktor ekonomi," ujar Yuri.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka merekrut remaja putri yang duduk dibangku SMP dan SMA. Para korban yang berasal dari Kabupaten Bireun itu dipekerjakan sebagai pelayan nafsu pelanggan, dengan iming-iming uang dan kemudahan fasilitas lainnya.

Sang germo menawarkan jasa seks kepada pelanggan yang diistilahkan dengan mister bro, dengan memperlihatkan foto-foto korban. Tarif sekali kencan ditetapkan Rp200 ribu hingga 300 ribu. Mereka sering menggunakan warung kopi sebagai tempat transaksi atau melalui SMS.

Jika mencapai kesepakatan, korban dihubungi kemudian diantar oleh tersangka lain kepada pria hidung belang. Lokasi yang sering dijadikan tempat 'eksekusi' adalah hotel dan sebuah rumah milik seorang tersangka di Pulo Kiton, Kota Bireun. Khusus di rumah itu, sang penyedia kamar mendapat Rp100 ribu untuk sekali pakai.

Yuri mengungkapkan, para pria hidung belang yang memakai jasa korban terdiri dari berbagai kalangan, baik yang berasal dari Bireun maupun luar Bireun.

Bireun merupakan salah satu kota yang berkembang pesat di Aceh. Letaknya yang strategis di lintasan timur dan menjadi penghubung antara Banda Aceh, Lhokseumawe, dan juga dataran tinggi Gayo membuat Bireun selalu ramai.

Yuri menyebutkan, sejauh ini baru delapan remaja yang sudah terdeteksi sebagai korban dari perbuatan para tersangka. Namun tak tertutup kemungkinan akan ada penambahan.

"Kalau mereka (tersangka) ini terbukti menggunakan anak-anak di bawah umur akan kita jerat dengan Undang-Undang perlindungan anak. Ini kejahatan terhadap anak di bawah umur," sebutnya.
(kem)

Prabowo: Saya Sering Dibilang Orang Gila



JAKARTA- Calon presiden dari partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku sering dibilang orang gila oleh lawan politiknya, lantaran sering berbicara di tengah banyak orang tentang permasalahan bangsa. Bahkan kata dia, tak sedikit orang yang melecehkan dirinya karena dianggap tidak mengerti apa-apa tentang permasalahan bangsa. 

"Saya sering dibilang 'tahu apa Prabowo', saya dibilang tak ngerti apa-apa, dihardik dan dilecehkan, bahkan saya dibilang gila karena saya sering ngomong di depan banyak orang, " ungkap Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra saat mengisi acara Seminar Internasional yang bertemakan Negara Sejahtera untuk Buruh dan Rakyat Indonesia, di Gedung YTKI, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2013).

Menurut dia, lawan politik yang menilai dirinya tak mengerti apa-apa itu karena melihat Prabowo sebagai sosok militer. Padahal kata dia, mayoritas tentara itu berasal dari keluarga petani.

"Dibilang Prabowo itu ngerti apa? Dia tentara, saya memang tentara tapi Tentara Nasional Indonesia, karena tentara adalah anak-anak petani, tidak ada anak pejabat yang mau jadi tentara," jelas dia. 

Justru Prabowo menilai bila lawan politiknya yang tidak mengerti persoalan mendasar negara Indonesia.  Hal ini bisa dilihat dari ketimpangan yang terjadi  di negara agraris dan laut yang luas ini, tapi justru impor pangan. Menurut Prabowo, hal itu terjadi karena adanya kebocoran pengelolaan kekayaan alam  di negara ini.

"Kekayaan mengalami kebocoran.  Saudara-saudara sudah mengerti tentang masalah negara kita. Ada masalah kejanggalan di negera kita, negara agraris tapi impor pangan," ucapnya.

Hawk TNI Gagal Take Off, Empat Penerbangan Terganggu


Hawk TNI Gagal Take Off, Empat Penerbangan Terganggu

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
Selasa, 05 Februari 2013 14:34 wib
Browser anda tidak mendukung iFrame
PEKANBARU- Sebanyak empat penerbangan tidak dapat melakukan take off dan landing di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru. Ini buntut akibat pesawat Hawk milik TNI AU mengalami gagal take off di bandara tersebut.

Penerbangan yang terganggu itu antara lain Garuda dan Sriwijaya untuk pesawat keberangkatan. Sementara pesawat kedatangan adalah Wing dari Batam dan Sriwijaya dari Jakarta.

Terjadinya gangguan ini hanya berlangsung sekira 30 menit. Setelah itu, bandara kembali normal.

"Yang pesawat kedatangan tadi sempat berputar-putar di udara, namun kini mereka telah mendarat," kata Andri salah satu pentugas Bandara SSK Pekanbaru kepada Okezone, Selasa (5/2/2013).

Pesawat Hawk milik TNI AU Pekanbaru sekira pukul 13.30 WIB mengalami gagal take off. Ini membuat pesawat terhenti di ujung landasan. Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak TNI AU.